Rabu, 09 Juli 2014

SCM Hulu Migas : Masih Setengah Matang (part. 1)

"Kali ini saya melihat SCM Hulu Migas masih setengah matang jika dibandingkan dengan SCM pada manufacture dan matriks SCOR yang dikeluarkan oleh Supply Chain Council." @parararamparam
Supply Chain Council adalah organisasi international non profit (NGO) pada level worldwide yang anggotanya terdiri dari praktisi maupun professional.  Organisasi ini kemudian membuat sebuah tools yang menjadi standart dalam penilaian / pengukuran kinerja SCM. Tools ini disebut dengan Matriks SCOR (Supply Chain Operation Refference).

Baik, mari kita lihat apa yang dilakukan oleh manufacture. Pada dasarnya manufacture melakukan fungsi pengawasan SCM yang lebih dekat dengan Matriks SCOR. Berikut saya coba tunjukkan isi dari Matriks SCOR yang sederhana.

Dari table tersebut dapat kita lihat bahwa pengawasan performa SCM dilakukan dengan lebih menekankan pemenuhan kebutuhan konsumen secara prima dengan merekayasa proses bisnis sehingga diperoleh cost yang efisien.

Keadaan saat ini pada industri hulu migas (upstream), SCM memposisikan USER (engineer dan operation lainnya) sebagai konsumen mereka, sementara itu masih ada konsumen sebenarnya yang membeli Crude Oil. Keadaan ini juga tidak lepas dari pedoman yang dikeluarkan oleh pihak regulator pemerintah (SKK Migas) yang juga membentuk ruang lingkup SCM adalah mememnuhi kebutuhan Engineer dan User operation lainnya, bukan memenuhi Kebutuhan konsumen sebenarnya. Berikut Ilustrasi yang coba saya buat.


Jadi sebenarnya masih ada potensi untuk mengembangkan fungsi SCM pada industry hulu migas di Indonesia. Dengan menempatkan pembeli crude oil sebagai konsumen SCM maka SCM akan memiliki fungsi untuk memastikan delivery kebutuhan engineer, operation, dan konsumen crude oil sebaik baiknya, tetapi dengan tetap memperhatikan efisiensi biaya dalam prosesnya. Sehingga SCM hulu migas akan memiliki fungsi strategis sebagai tangan kanan direktur operation KKKS yang mampu mengawasi revenue dan cost dalam seluruh proses bisnis. Harapannya dengan fungsi yang lebih besar dan strategis ini, maka SCM akan mampu memberikan usulan dan terobosan dalam menjaga ataupun menekan cost per barel yang timbul dalam operasi hulu migas.

Yah barangkali suatu saat akan muncul buku ke 6 PTK 007 yang menjadi panduan untuk melebarkan ruanglingkup SCM KKKS pada hulu migas. Cheers !

note: lanjutan artikel di part. 2

@pararamparam


Tebet – 2014.

0 comments:

Posting Komentar