Sabtu, 16 Agustus 2014

Toll Manufacturing : Pengadaan Jasa Upgraded



Variasi Demand tinggi yang tidak sesuai dengan Modal memunculkan trend bisnis baru : Toll Manufacturing atau bisa disebut OEM (Original Equipment Manufacture), atau Makloon. Melalui metode produksi ini maka dapat dihasilkan variasi produk tanpa penambahan investasi yang banyak.

Pagi ini saya ingin share sekilas mengenai strategi manufacturing dalam upaya pemenuhan kebutuhan konsumen. Strategi ini disebut Maklon / Oem / Toll Manufacturing. Secara sederhana maklon seperti aktivitas yang kita lakukan saat kita pergi ke tukang jahit. Kita memiliki bahan, tukang jahit memiliki aset (tangible dan intagible) untuk melakukan proses menjahit sehingga dihasilkan baju sesuai yang kita inginkan. Menurut saya strategi ini sebenarnya masih dalam kelompok pengadaan jasa namun dengan scoop of work yang sangat detail dan payung kerjasamanya adalah kontrak. Bukan sekedar service order.

Keuntungan dengan menggunakan pengadaan jasa ini adalah kita dapat membuat produk yang kita inginkan tanpa kita harus melakukan investasi besar untuk mesin proses. Namun tentu saja dengan memilih mekanisme ini HPP (harga pokok produksi) akan menjadi lebih tinggi, karena ada biaya jasa yang harus kita bayarkan. Ditambah lagi ada kemungkinan produk yang kita buat di copy oleh penyedia jasa kemudian dijual secara terpisah. Lihat saja kasus produk-produk elektronik di china yang mengaku oem. 

Jika dilihat dari sudut pandang supply chain management sebenarnya proses ini cukup menarik. Beberapa skenario produksi dapat kita munculkan. Misalnya terkait raw material / parts, dari mana saja pengirimannya dilakukan. Apakah disediakan langsung dari penyedia jasa atau kita tetap akan mencari vendor lainnya untuk menyediakan parts tersebut. Kemudian beralih ke masalah inventory, apakah mungkin dilakukan produksi Just In Time, artinya parts harus tiba beberapa saat sebelum produksi dijalankan, tidak boleh terlalu jauh hari sebelum, ini untuk menghemat inventory atau memang tidak ada gudang yang bisa menampung. Menangani produksi JIT tentu memiliki tantangan tersendiri, terutama bila ada vendor yang telat kemudian mengganggu jadwal perakitan / produksi. Silahkan kroscek ke relasi yang bekerja di Honda Mobil untuk kasus JIT :p.

Well, upaya yang dapat kita lakukan untuk menekan cost toll manufacturing salah satunya adalah dengan tidak menyerahkan sepenuhnya pengelolaan kepada vendor.  Beberapa bagian dapat kita koordinasikan sendiri, misalnya pengambilan produk jadi atau pengecekan kualitas. Tinggal kita ciptakan satu posisi yang bertanggungjawab menangani segala "perintilan" ini dan kita gaji bulanan. Daripada "perintilan" ini dibebankan kedalam biaya jasa per produk oleh penyedia makloon. Sehingga ketika suatu saat produksi naik nantinya akan semakin terasa signifikan penghematannya (cost untuk gaji tetap vs cost untuk produksi naik karena quantity naik).

Menarik ! Kalau saya amati strategi pengadaan ini berangkat dari industri garmen dengan istilah makloon. Kemudian mulai diadaptasi untuk diterapkan pada industri yang lainnya.

@pararamparam

Tebet 2014

0 comments:

Posting Komentar